Belakangan ini, pengguna layanan ojek online cukup meningkat. Beragam manfaat dan kemudahan bisa didapatkan saat menggunakan layanan jasa transportasi berbasis online tersebut. Namun demikian, tak dapat dipungkiri bahwa di balik beberapa manfaat yang ditawarkan, nyatanya ojek online juga tak bisa lepas dari sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Hal ini bukanlah untuk menakut-nakuti para pengguna layanan transportasi ini melainkan supaya bisa lebih waspada dan berhati-hati saat ingin menggunakannya.

Resiko yang Perlu Diwaspadai dari Ojek Online

Risiko Menggunakan Jasa Ojek Online yang Perlu Dipahami

Terlepas dari beberapa manfaat yang ditawarkan, pastinya tetap ada risiko yang perlu diwaspadai dari ojek online. Berikut ini beberapa risiko yang perlu diketahui ketika menggunakan layanan jasa transportasi berbasis online tersebut.

Baca Juga: Ini Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Ojek Online

1. Tak Semua Driver Ojek Online Profesional

Tentunya, setiap penumpang berharap bisa menggunakan ojek online dengan pengemudi yang profesional demi keamanan, kenyamanan, serta keselamatan selama di jalan. Pengemudi profesional yang dimaksudkan merupakan seorang pengemudi yang memang kesehariannya hidup dari mengemudi sehingga diharapkan pelayanan yang diberikan pun prima seperti cara berkendaranya aman dan nyaman, mengenakan seragam, tubuhnya bersih, dan lainnya. Harapan untuk bisa mendapatkan driver ojek yang profesional bukanlah hal yang salah. Hanya saja, perusahaan aplikasi ojek online menganggap driver tersebut bukan sebagai karyawan melainkan sebagai mitra meskipun tetap melalui seleksi dan persyaratan ketika mendaftar. Hal ini menjadikan driver ojek online tidak selalu bisa bersikap profesional.

2. Pengemudi Ojek Belum Tentu Tahu Jalan

Setiap penumpang ojek online pastinya berharap bahwa pengemudi yang ditumpangi tahu jalan sehingga akan mempercepat dan mempermudah menuju ke alamat tujuan. Namun demikian, nyatanya tak semua driver paham jalan dengan baik. Biasanya para pengemudi ojek online mengandalkan Google Maps ataupun Waze sebagai pemandu arah melalui smartphone. Meski begitu, tak jarang penumpang dituntut untuk mengarahkan pengemudi supaya sampai tujuan dengan selamat.

3. Harga bisa Berubah

Meski calon penumpang bisa mengetahui tarif yang harus dibayarkan ketika melakukan pemesanan ojek online, nyatanya harga tersebut bisa saja dan sangat mungkin terjadi. Salah satu alasan yang memungkinkan perubahan harga tersebut adalah langkanya jumlah transportasi dibandingkan jumlah penumpang di suatu area seperti saat jam pulang kantor, jam makan siang, ataupun pada hari-hari libur besar. Kebutuhan ojek online yang lebih banyak di waktu bersamaan seringkali membuat harga ojek pun mengalami perubahan. Selain itu, setiap aplikasi ojek online pun memiliki sistem perhitungan harga masing-masing.

4. Kendala Teknis Aplikasi dan Jaringan

Risiko lainnya menggunakan ojek online adalah seringnya terjadi gangguan atau kendala teknis pada aplikasi ataupun jaringan. Aplikasi ojek berbasis online memiliki kemungkinan besar terdapat gangguan pada sistem jaringannya. Tentunya bila hal ini terjadi baik konsumen ataupun driver tak bisa berbuat banyak sampai jaringannya kembali pulih.

5. Kemungkinan Data Pribadi Tersebar

Ketika mendaftarkan diri pada aplikasi baik sebagai konsumen ataupun driver maka sistem akan meminta sejumlah data pribadi seperti nomor telepon, alamat, ataupun lainnya. Data-data tersebut sebenarnya dibutuhkan untuk kemudahan dalam proses pemesanan atau penggunaan layanan jasa ojek online. Namun, sebagai pengguna juga harus berhati-hati karena ada beberapa kasus yang terjadi dalam penyalahgunaan data pribadi untuk hal-hal yang tak diinginkan.

Keberadaan ojek online memang memberikan banyak manfaat. Namun demikian hendaknya pengguna tetap berhati-hati dan waspada dalam menggunakan aplikasi ojek online untuk meminimalisir risiko-risiko yang mungkin terjadi.