Biaya listrik yang terlalu besar tentu menjadi kendala bagi rumah tangga. Apalagi yang memiliki kebutuhan token listrik daya 1300 per bulannya. Tentu akan sangat berpengaruh pada biaya pengeluaran rumah tangga Anda. Belum lagi jika ada kenaikan tarif dasar listrik atau subsidi yang dicabut dari pemerintah, tentu akan membuat pengeluaran bulanan menjadi bertambah untuk membeli pulsa listrik. Dan itu belum lagi jika ada tambahan biaya yang dibebankan kepada konsumen seperti biaya administrasi bila pembelian dilakukan di bank. Dimanapun Anda tinggal entah itu di rumah yang sederhana maupun rumah besar tentu menginginkan memangkas biaya pengeluaran terutama untuk listrik yang merupakan kebutuhan primer. Di artikel ini akan dibagikan tips yang bisa Anda ikuti untuk mengurangi biaya untuk listrik yang Anda butuhkan.

Token Listrik 1300 Watt

Tagihan listrikmu terus membengkak setiap bulan? Jika ya, ini saatnya untuk kamu tahu cara hemat listrik agar kondisi keuangan gak terganggu hanya karena beli token listrik saja.

Misalnya, ada aturan pemakaian AC di kamar hanya boleh saat sudah jam delapan malam dan dimatikan pada pagi hari.

Nah, sebelum bahas tips hemat listrik, ingin mengulas sedikit tentang jenis-jenis listrik yang umum digunakan orang saat ini.

Bedanya listrik prabayar dan pascabayar

Perusahaan Listrik Negara (PLN) menghadirkan layanan listrik yang terbagi menjadi dua kategori pembayaran, yaitu prabayar dan pascabayar. Bedanya apa? Mana sih yang lebih hemat?

1. Listrik Prabayar

Sebagian besar dari kita mungkin sudah gak asing lagi dengan listrik prabayar atau dikenal dengan sebutan listrik token.

Ya, jenis listrik tersebut memang direkomendasikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada beberapa tahun lalu. Bahkan, hampir setiap rumah saat ini sudah menggunakan listrik prabayar.

Keunggulannya, kita gak perlu lagi antri panjang untuk bayar listrik seperti dulu. Artinya, kalau listrik habis, kita tinggal beli voucher listrik via m-banking, minimarket, hingga e-commerce seperti aplikasi Gojek, Grab, Tokopedia, Shopee, dan lainnya. Mudah, kan?

2. Listrik Pascabayar

Kalau listrik prabayar, kita harus beli token dulu, baru kemudian listrik dapat digunakan. Sedangkan, listrik pascabayar itu sebaliknya, yakni listriknya digunakan dulu dan baru dibayar pada akhir bulan.

Listrik pascabayar ini dulu banyak digunakan masyarakat sebelum adanya listrik prabayar. Misalnya, mungkin dulu kita sering melihat karyawan PLN yang datang dari rumah ke rumah untuk mencatat nomor meteran.

Gak cuma itu saja, pengguna listrik pascabayar juga harus meluangkan waktu datang ke kantor PLN untuk membayar tagihan listrik. Jadi, memang terbilang lebih ribet dibandingkan prabayar.

Lalu, pertanyaannya kini lebih hemat listrik prabayar atau pascabayar?

Kalau soal boros atau tidak, sebenarnya tarif satuan listrik prabayar dan pascabayar itu sama. Nilai konsumsinya pun juga sama.

Namun, yang membedakan, listrik prabayar tidak ada rekening minimum sehingga kalau pemakaiannya rendah tidak kena rekening minimum.

Mau Usaha Pulsa Untung Besar

Promo Daftar Master Dealer Pulsa & PPOB( Listrik, Pam dll )

Free Konsultasi ( Silahkan Tanyakan Langsung ke Whatsapp Kami )

Klik-Disini-pesan-sekarang

Jadi, misalnya listrik untuk daya 2.200 volt ampere (VA), rekening minimumnya Rp50 ribu. Nah, jika pelanggan pascabayar pemakaian listriknya di bawah Rp50 ribu. Maka, tetap akan dikenakan tagihan sebesar Rp50 ribu.

Namun, kelebihan listrik pascabayar itu kita gak perlu repot mencari token listrik. Jadi, gak perlu takut listrik mati mendadak karena token habis.

Nah, buat kamu yang ingin mulai hemat listrik, gak perlu khawatir. Pasalnya, kali ini kami ingin memberikan beberapa tips simpel menghemat listrik biar gak boros. Apa saja?

Tips Hemat Listrik Token

Memilih Daya Sesuai Kemampuan

Tentu Anda harus tahu ternyata ada perbedaan harga per Kwh dari beban listrik yang Anda konsumsi. Untuk golongan daya 450 VA dan 900 VA tentunya masih mendapatkan subsidi dari pemerintah. Namun belakangan bagi pengguna listrik dengan daya 900 VA subsidinya pun sudah dicabut dari pemerintah. Hal itu berarti bahwa untuk pembelian token pulsa listrik yang berdaya 450 VA tentunya akan mendapatkan daya kWH listrik yang lebih banyak dibandingkan yang menggunakan token listrik daya 1300, 2200, 3500 VA dan seterusnya. Maka dari itu Anda harus memperkirakan dahulu berapa daya listrik yang Anda butuhkan untuk kebutuhan sehari-hari. Bila terlalu besar, maka Anda bisa meminta ke PLN untuk menurunkan daya listriknya. Semakin besar daya listrik yang Anda gunakan tentu biaya pembelian pulsa listrik pun juga makin mahal untuk per Kwh-nya.

Menggunakan Listrik dengan Pulsa Prabayar

Mengapa sekarang banyak yang beralih untuk menggunakan listrik dengan sistem prabayar? Ada banyak alasan yang mendorong orang-orang untuk beralih ke listrik pra bayar. Salah satu alasannya yaitu untuk memberikan kemudahan dalam mengawasi pemakaian listrik yang telah disesuaikan dengan pulsa yang dibeli per bulannya. Dengan sistem kerja listrik pra bayar ini, tentunya berdasarkan pulsa yang dibeli akan kehabisan ketika pemakaiannya melebihi dan otomatis listrik akan padam. Memang hal ini sedikit menyulitkan, namun dengan cara misalnya membeli token listrik daya 1300, tentu Anda bisa mengetahui bagaimana mengatur pemakaian listrik yang tepat supaya bisa terhindar dari keborosan yang tidak perlu.

Mengganti Lampu dengan Jenis LED

Kini sudah banyak produsen lampu yang memproduksi jenis lampu LED atau Light Emitting Dioda. Lampu jenis ini sangat unggul dalam menghemat energi, cahaya yang dihasilkan lebih terang, tidak panas, memberikan hasil warna benda yang natural, dan juga lebih awet. Dengan menggunakan lampu LED, maka daya listrik yang dihasilkan rendah, meskipun Anda membeli token listrik daya 1300 setiap bulannya tentu dengan penggunaan lampu LED bisa menghemat pengeluaran untuk pembelian pulsa listriknya. Dengan lampu LED, penggunaan lampu dengan kapasitas 3 watt tentu sudah cukup untuk menerangi dan memenuhi kebutuhan penearangan untuk kamar tidur Anda. Sedang untuk ruangan yang lebih besar, Anda bisa memakai lampu LED dengan daya 4 watt atau di atasnya. Hal ini tentu akan efektif sekali dalam menghemat biaya beban listrik yang Anda pakai. Misal di rumah Anda ada 10 titik lampu dengan menggunakan LED, maka listrik bisa menghemat banyak. Memang untuk lampu LED harga lebih mahal, namun hasil yang dihasilkan tentu akan efektif dalam waktu lama, sekalipun menggunakan token listrik daya 1300.

Gunakan televisi LED dengan fitur hemat energi

Sama halnya seperti lampu, sebaiknya Sepulsa Mate juga mengganti televisi tabung atau LCD di rumah dengan televisi LED. Lebih baik lagi TV LED yang memiliki fitur hemat energi atau Eco.

Perbandingan daya listrik TV tabung atau TV LCD dengan TV LED sangat jauh. Jika TV tabung atau LCD ukuran 32 inchi menggunakan daya hingga 100 watt atau bahkan lebih maka TV LED 32 inchi hanya membutuhkan daya listrik 40-50 watt saja. Bahkan jika fitur hemat listrik atau Eco diaktifkan, daya listrik akan lebih hemat hingga separuhnya menjadi 20-25 watt saja. Beberapa merek bahkan memiliki fitur hemat listrik dalam beberapa tingkatan.

Gunakan AC hemat listrik dengan daya sesuai kebutuhan

Di kota-kota besar yang bersuhu udara panas, hampir setiap rumah menggunakan pendingin udara atau AC. Nah, pastikan Sepulsa Mate memilih sumber daya AC sesuai volume ruangan. AC dengan daya ½ hingga ¾ PK akan menghasilkan kesejukan sekitar 5.000-7.000 BTU/h yang sesuai untuk ruangan kamar tidur.

Sementara AC berdaya 1-1,5 PK akan menghasilkan daya 9.000-12.000 BTU/h yang cocok untuk ruang tamu yang lebih luas. Pastikan pula memilih AC yang memiliki fitur hemat listrik. AC 1 PK tanpa fitur hemat listrik bisa membutuhkan konsumsi listrik hingga 600-700 watt. Sementara AC dengan fitur hemat listrik diaktifkan hanya memakai daya 260 watt saja. Gunakan timer juga untuk mematikan AC secara otomatis saat suhu udara alam sudah lebih dingin.

Gunakan setrika hemat listrik

Kegiatan menyetrika baju juga lazim dilakukan hampir setiap hari. Jadi, sebaiknya kalian gunakan setrika yang hemat listrik juga. Pilihlah yang memiliki fitur kontrol suhu otomatis yang bisa menghemat listrik. Memang setrika klasik lebih tahan lama, namun konsumsi listriknya lebih boros karena tanpa fitur kontrol suhu otomatis. Pilihlah setrika dengan merek yang sudah ternama agar lebih awet sekaligus hemat listrik.

Cabut steker dari colokan jika tak digunakan

Nah, yang satu ini sudah jadi kebiasaan buruk banyak orang. Pastikan kalian mencabut steker peralatan listrik apapun termasuk charger ponsel yang sudah tidak digunakan. Mencabut satu steker mungkin hematnya tak seberapa. Tapi bayangkan berapa steker yang tercolok di rumah? Hayo ngaku? Banyak kan? Jadi jangan lupa dicabut ya. Selain menghemat listrik juga untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang bisa berakibat kebakaran.

Mau Usaha Pulsa Untung Besar

Promo Daftar Master Dealer Pulsa & PPOB( Listrik, Pam dll )

Free Konsultasi ( Silahkan Tanyakan Langsung ke Whatsapp Kami )

Klik-Disini-pesan-sekarang