Harga jual token listrik ke konsumen. Nah, apabila Anda sudah bergabung pada bisnis jual beli pulsa ataupun token PLN, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menjual aneka produk yang Anda miliki kepada konsumen Anda. Nah, menjual produk pulsa juga harus memperhatikan beberapa hal. Hal ini tentunya harus Anda ketahui secara pasti. Tujuannya, agar Anda tidak bangkrut saat menjual pulsa. Salah satu hal yang harus diperhatikan tersebut adalah nilai jual pulsa elektrik dan token PLN yang nantinya akan Anda jual kepada konsumen. Dengan mengetahui nilai ini, Anda memperkirakan berapa harga pulsa yang nantinya akan dijual.

Selain sistem pasca-bayar, saat ini PLN telah menjalankan sistem listrik pintar (prabayar) untuk memberi kemudahan kepada pelanggan. Dengan sistem prabayar, pelanggan membayar terlebih dulu untuk mendapatkan energi listrik yang akan dikonsumsi. Jadi, pelanggan bisa lebih mudah mengoptimalkan konsumsi listrik dengan mengatur sendiri jadwal dan jumlah pembelian listrik.

Nantinya, besaran energi listrik yang telah dibeli pelanggan dimasukkan ke Meter Prabayar (MPB) yang terpasang di lokasi pelanggan melalui sistem token pulsa atau stroom. Pembelian stroom sendiri dapat dilakukan di kantor pelayanan PLN terdekat dan di seluruh bank atau ATM yang bekerja sama dengan PLN (PPOB atau Payment Point Online Bank). Beberapa bank yang bekerjasama dengan PLN adalah Bank Bukopin, Bank BPR, Bank Danamon, Bank Danamon Syariah, BNI, Bank Mandiri, dan BRI.

Pelanggan sendiri bisa memperoleh voucher listrik prabayar PLN dengan cara yang cukup mudah. Jika dulunya voucher pulsa PLN atau biasa disebut token hanya diperdagangkan di PPOB, namun kini sudah banyak server atau agen pulsa yang menyediakan token listrik prabayar tersebut.

harga jual token listrik ke konsumen

Daftar Nilai Jual Pulsa Elektrik Dan Token PLN

Daftar yang akan kita bahas ini merupakan salah satu hasil kesepakatan yang telah dilakukan oleh para penyedia pulsa yang ada di Indonesia. Sudah banyak pebisnis pulsa yang menjual pulsa yang mereka miliki dengan patokan daftar nilai ini. Berikut adalah nilai jual pulsa elektrik untuk semua operator tersebut :

  1. Nominal pulsa 5 ribu di pasaran dijual dengan harga Rp 7000
  2. Nominal pulsa 10 ribu di pasaran dijual dengan harga Rp 12000
  3. Nominal pulsa 20 ribu di pasaran dijual dengan harga Rp 22000
  4. Nominal pulsa 25 ribu di pasaran dijual dengan harga Rp 27000
  5. Nominal pulsa 50 ribu di pasaran dijual dengan harga Rp 52000
  6. Nominal pulsa 100 ribu di pasaran dijual dengan harga Rp 102000

Jadi dengan mengetahui daftar harga jual pulsa elektrik itu contohnya seperti pulsa telkomsel modalnya 5.500 anda jual Rp7.000 maka kita bisa mengitung berapa keuntungan tiap kita jual pulsa ke konsumen, ya kira-kira Rp1500 tiap transaksi jual pulsa. Anggap saja tiap hari anda menjual/mengisi pulsa ke 20 nomor, lumayan anda sudah untung Rp 30.000, semakin banyak anda jualnya ya semakin banyak pula keuntungan anda dapat. intinya laku gak laku yang namanya jualan pulsa itu gak ada ruginya karena saldo anda bisa dipakai kapan saja dan tidak hangus.

Selain keuntungan dari jualan pulsa langsung ke konsumen, anda juga bisa mendapat keuntungan pasif income. Daftar harga yang sudah disebutkan tersebut merupakan daftar harga yang hanya berlaku untuk nilai jual pulsa elektrik all operator saja. Nah, dengan harga tokel PLN sendiri adalah nominal pulsa yang dibeli + 2000. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Token PLN sebanyak 20 ribu dijual ke pelanggan dengan harga Rp 22.000
  2. Token PLN sebanyak 50 ribu dijual ke pelanggan dengan harga Rp 52.000
  3. Token PLN sebanyak 100 ribu dijual ke pelanggan dengan harga Rp 102.000
  4. Token PLN sebanyak 200 ribu dijual ke pelanggan dengan harga Rp 202.000
  5. Token PLN sebanyak 500 ribu dijual ke pelanggan dengan harga Rp 502.000
  6. Token PLN sebanyak 1 juta dijual ke pelanggan dengan harga Rp 1002.000

Transaksi Penjualan Token Listrik Prabayar

  • Petugas akan meminta nomor ID PLN kepada pelanggan (Anda) sebanyak 11 digit nomor atau biasanya pelanggan membawa kartu yang berisi ID PLN. Selain ID, jangan lupa untuk menyertakan nomor HP, karena nantinya kode akan dikirimkan langsung dari server ke HP pelanggan untuk dimasukkan ke kWh meter. Anda juga bisa menggunakan nomor HP Anda sendiri, dan nantinya petugas akan memberikan kode kepada pembeli.
  • Pastikan Anda membayar terlebih dahulu token listrik yang akan dibeli, kemudian kirim SMS dengan format KODEPRODUK.NOIDPLN.HPPELANGGAN.PIN, kemudian kirim SMS ke center. Perlu diperhatikan, jangan sampai salah memasukkan ID PLN.
  • Apabila transaksi berhasil, maka pelanggan akan menerima SMS notifikasi berisi 20 digit kode yang akan dimasukkan ke kWh meter dan petugas (penjual) akan menerima SMS reply apabila penjualan telah sukses.

Tarif Listrik 2019

Pada tahun 2019 ini, masyarakat Indonesia memang mendapat kabar cukup gembira karena PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tetap berkomitmen untuk tidak menaikkan tarif dasar listrik, meski perusahaan menanggung beban keuangan sebesar Rp10 triliun di semester pertama 2018. Tarif dasar ditahan untuk semua golongan, terutama untuk golongan industri.

Sejak periode 1 Januari 2018 hingga Oktober 2019 ini, pemerintah memang tidak menaikkan tarif dasar listrik, baik untuk golongan subsidi maupun non-subsidi. Perincian tarif tersebut yakni rumah tangga 450 VA tetap sebesar Rp415 per kWh, rumah tangga 900 VA tidak mampu sebesar Rp586 per kWh, rumah tangga 900 VA mampu sebesar Rp1.352 per kWh, dan tarif untuk pelanggan non-subsidi Rp1.467 per kWh.

Seperti diketahui, mengawali tahun 2017 lalu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penambahan satu golongan tarif baru, yaitu rumah tangga mampu dengan daya 900 VA (R-1/900 VA-RTM)‎. Dengan adanya kebijakan pemerintah dalam memberikan subsidi tepat sasaran, maka golongan tarif listrik R-1/900 VA khusus rumah tangga mampu akan diberlakukan kenaikan bertahap setiap 2 bulan, yaitu 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, 1 Mei 2017, dan pada 1 Juli 2017.

Ketika masih menerima subsidi dari pemerintah, tarif listrik golongan 900 Watt ini sebesar Rp585 untuk setiap konsumsi listrik per kWh. Kemudian, dibantu dengan subsidi pemerintah Rp875 per kWh, dengan rata-rata konsumsi listrik Rp125 kWh per bulan. Total, tagihan listrik per bulan “hanya” mencapai Rp 74.740.

Golongan PelangganTarif Dasar Listrik
Rumah tangga 450 Watt subsidiRp415 per kWh
Rumah tangga 900 Watt tidak mampuRp586 per kWh
Rumah tangga 900 Watt mampuTR (Tegangan Rendah) : Rp1.467,28 per kWh
TM (Tegangan Menengah) : Rp1.114,74 per kWh
TT (Tegangan Tinggi) : Rp996,74 per kWh
Layanan Khusus : Rp1.644,52 per kWh

Sementara, 13 golongan pelanggan yang tarif listriknya sudah tidak mendapatkan subsidi lagi dari PLN adalah:

  • R1 atau rumah tangga kecil di tegangan rendah, daya 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM).
  • R1 atau rumah tangga kecil di tegangan rendah, daya1300 VA.
  • R1atau rumah tangga kecil di tegangan rendah, daya 2200 VA.
  • R1 atau rumah tangga menengah di tegangan rendah, daya 3500 s/d 5500 VA.
  • R3 atau rumah tangga besar di tegangan rendah, daya 6600 VA ke atas.
  • B2 atau bisnis menengah di tegangan rendah, daya 6600 VA s/d 200 kVA.
  • B3 atau bisnis besar di tegangan rendah, daya di atas 200 kVA.
  • P1 atau kantor pemerintah di tegangan rendah, daya 6600 VA s/d 200 kVA.
  • I3 atau industri menengah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA.
  • I4 atau industri besar di tegangan tinggi, daya 30 MVA ke atas.
  • P2 atau kantor pemeritah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA.
  • P3 atau penerangan jalan umum di tegangan rendah.
  • L atau layanan khusus‎.

Meski tidak mengalami kenaikan, namun masyarakat Indonesia tetap disarankan untuk lebih hemat dalam menggunakan peralatan rumah tangga yang memakai tenaga listrik. Mereka pun disarankan untuk mengetahui cara menghitung pemakaian listrik agar dapat memperkirakan biaya listrik yang telah digunakan.

Mengenai nilai jual pulsa elektrik dan token PLN tersebut biasanya bisa berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Selain itu, harga yang sudah disebutkan tadi juga menyesuaikan wilayah masing-masing. Karena itulah, bisa dipastikan apabila Anda membeli isi ulang pulsa, setiap wilayah mematok harga yang berbeda-beda. Selain melihat nilai jual yang sudah disebutkan tadi, Anda juga perlu melakukan survei pasar pada tempat Anda berjualan. Tujuannya, agar harga yang Anda patok tidak terlalu mahal ataupun terlalu murah.