Saat ini mayoritas penduduk di Indonesia menggunakan jenis KWH Prabayar. KWH meter satu ini menggunakan sistem token listrik jadi para pelanggan tidak harus antri lagi di PLN pada saat ingin melakukan pembayaran tagihan.

Jenis KWH prabayar juga sering disebut sebagai listrik pintar. Hal ini dikarenakan konsumen bisa dengan mudah mengontrol penggunaan listrik di rumah mereka dan mengatur biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan listrik tersebut.

Bahkan, para pelanggan juga bisa membeli token listrik dengan harga paling rendah 20 ribu rupiah. Dan konsumen pun akan mendapatkan besaran limit KWH. Jika limit sudah habis, secara otomatis relay memutus arus PLN meski MCB di rumah tidak turun.

Baca Juga: Kelebihan Produk Bisnis Token PLN Murah

Penyebab Muncul Tulisan Periksa pada Meteran Listrik

Faktor Penyebab Tulisan Periksa Muncul pada Meteran Listrik Prabayar

Meski banyak orang lebih suka menggunakan meteran listrik prabayar saat ini, ada saja masalah yang muncul salah satunya muncul tulisan periksa di display meteran. Tulisan periksa ini tentu akan membuat pelanggan tidak bisa mengisi voucher listrik mereka.

Dan apabila limit kwh sudah habis pada meteran, listrik akan langsung terputus. Dan tulisan periksa ini tidak muncul begitu saja. Berikut ini faktor penyebab muncul tulisan periksa pada kwh meteran listrik prabayar di rumah Anda:

1. Instalasi listrik bermasalah

Penyebab pertama yang sering ditemukan adalah karena instalasi listrik yang bermasalah. Masalah yang biasanya terjadi adalah arus bocor. Kwh prabayar memiliki sensor yang bisa menghitung perbedaan antara Netral dan Phasa.

Jika nanti arus yang masuk dengan arus yang keluar berbeda pada meteran, artinya sudah terjadi arus bocor. Itu yang menjadi penyebab tulisan periksa supaya konsumen bisa segera lapor ke petugas PLN.

Tidak hanya karena arus bocor saja, tapi faktor penyebab lainnya adalah karena ground dan netral tidak terpisah. Sebenarnya, kabel ground dan netral akan disambungkan terlebih dahulu sebelum masuk ke meteran listrik dan setelah keluar harus terpisah. Inilah yang membuat sensor KWH meter terus membaca arus masukan.

2. Sering mengotak-atik meteran

Beda dengan KWH meter berupa disk, kwh meter prabayar ini punya sistem keamanan yang jauh lebih tinggi. Jika kwh meter dulunya bisa diakali dengan menggunakan teknik tertentu supaya pemakaian listrik dapat ditekan, beda halnya dengan kwh meter prabayar yang sudah menggunakan sistem digital jadi mustahil untuk dilakukan.

Jika Anda mengotak atik meteran, inilah yang akan menyebabkan muncul tulisan periksa. Sebab sistem sudah menganggap Anda melakukan kecurangan saat itu.

Baca juga: Tips Agar Token Listrik Tidak Cepat Habis

Apabila tulisan periksa muncul pada meteran listrik prabayar Anda, maka Anda bisa mengatasinya dengan cara memasukkan clear tamper token atau 20 digit angka yang dimasukkan ke meteran. Kode ini biasanya akan diberikan oleh petugas PLN. Tapi tentu Anda harus tahu dulu apa penyebab tulisan periksa tersebut muncul.