Merasa tertarik untuk menjalankan bisnis franchise? Maka ketahui betul persiapan apa saja yang musti dilakukan, khususnya untuk sektor modal. Menentukan besarnya kebutuhan modal menjadi acuan pertama sebelum mengawali bisnis jenis ini. Pasalnya modal menjadi penentu utama apakah sebuah franchise memang bisa segera dijalankan atau perlu bersabar terlebih dahulu.

Bagaimana Cara Menentukan Modal Bisnis Franchise

 

Cara Menentukan Kebutuhan Modal

Mendirikan ataupun bergabung dengan sebuah franchise atau waralaba sama-sama membutuhkan modal, dan perlu memahami cara menentukannya. Sehingga bisa menyiapkan modal dalam jumlah yang cukup untuk memastikan bisnis tersebut dapat berjalan. Bagi peminat bisnis franchise maka dalam menentukan jumlah modal bisa menyimak ulasan berikut:

Baca Juga: Waspada Penipuan Bisnis Berkedok Waralaba atau Franchise

1. Memperhatikan Kondisi Keuangan

Menghitung kebutuhan modal tidak melulu hanya melihat harga dari franchise yang disampaikan pemiliknya. Namun mengikuti dan memperhatikan kondisi keuangan yang dimiliki. Pastikan untuk memanfaatkan dana tabungan yang tersedia, baik dalam bentuk uang tunai maupun aset fisik. Lebih baik mengandalkan modal yang siap pakai namun bebas bunga terlebih dahulu dibanding buru-buru mengajukan pinjaman.

2. Memilih Harga Franchise yang Sesuai

Setelah menghitung ketersediaan modal maka langkah selanjutnya adalah mencari franchise yang sesuai. Utamakan memilih yang biayanya sesuai dengan kondisi tabungan yang tersedia. Sehingga tidak perlu bingung mencari dana tambahan sebagai modal awal. Pastikan tidak langsung menghabiskan modal, karena nantinya perlu menyediakan pula modal operasional usaha.

3. Bagi Kebutuhan Modal Sesuai Kategori

Modal yang digunakan dalam mendirikan usaha atau bisnis franchise tak hanya terbatas pada modal membeli hak untuk menjajakan produk tersebut. Akan tetapi juga ada kategori lain dan perlu disiapkan dananya sejak awal. Mulai dari modal membeli akses menjual merk franchise, modal untuk kegiatan operasional, sampai modal tak terduga. Jenis modal terakhir ini perlu disiapkan untuk dijadikan dana jaga-jaga jika usaha ini mengalami kerugian.

4. Pertimbangkan Mengajukan Pinjaman Atau Menggadaikan Aset

Jika kondisi modal kurang mendukung namun mendapati franchise dengan prospek yang bagus dan produk yang menarik. Maka sebagai langkah akhir adalah mengajukan pinjaman, namun akan cukup sulit. Sebab pinjaman modal biasanya lebih mudah dicairkan bank untuk usaha yang minimal sudah berjalan satu tahun. Namun, tidak ada salahnya dicoba.

5. Lakukan Survei Kondisi Franchise yang Diinginkan

Usai melihat beragam pilihan franchise yang menarik maka jangan langsung menentukan pilihan sebelum melakukan survei. Survei ini bisa dilakukan untuk melihat seberapa bagus prospek produk franchise tersebut. Sekaligus melihat sambutan pasar, jika memang bagus maka tidak perlu mundur. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalkan resiko merugi saat menjalankan franchise.

Menjalankan bisnis franchise tak hanya berurusan dengan kebutuhan mencari franchise terbaik namun juga berkenaan dengan modal. Persiapkan kebutuhan modal dengan seksama dan jadikan penjelasan di atas sebagai solusi untuk mempermudah penentuan kebutuhan modal.