Butuh panduan untuk melakukan investasi saham? Maka Anda perlu memulainya dengan mencari broker saham terbaik dan terpercaya. Selanjutnya tentu saja terus mempelajari bagaimana karakter saham tersebut. Sehingga bisa menghindari resiko ketika berinvestasi saham sejak dini, sekaligus mengantongi profit yang lebih tinggi.

Bagaimana Cara Melakukan Investasi SahamPhoto by Burak K from Pexels

Bagi siapa saja yang masih belum akrab dengan dunia saham tentunya lebih banyak bingung dibandingkan paham bagaimana memperlakukan saham yang sudah dibeli. Agar tidak merugi dan menenggak resiko investasi saham. Simak cara aman investasinya di bawah ini:

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Investasi Saham

1. Pilih Broker dengan Biaya Rendah 

Berinvestasi saham dijamin akan dilakukan bersama broker saham, dan setiap broker memberlakukan biaya yang beragam. Biaya ini umumnya muncul ketika transaksi jual beli saham dilakukan. Sehingga semakin kecil nilai biayanya tentu semakin menguntungkan, maka perlu mencari broker dengan beban biaya rendah. 

2. Mengatur Budget Investasi 

Modal investasi saham bisa dikatakan cukup fleksibel sebab Anda akan rutin melakukan transaksi jual beli. Harga saham pun bervariasi, ada yang termurah hanya Rp 50 perak sehingga butuh modal hanya Rp 5.000-an untuk membeli satu slot. Pastikan berinvestasi dana sesuai kondisi, jangan sampai mengganggu kebutuhan pribadi maupun terlihat terlalu pelit. 

3. Memilih Saham di Indeks yang Tepat 

Memilih saham yang sehat dan berpotensi memiliki nilai tinggi ketika dijual atau menawarkan profit besar adalah pilihan tepat. Biasanya saham seperti ini punya likuiditas yang tinggi. Sebaiknya selalu memilih saham di indeks yang tepat, salah satunya di indeks LQ45 atau IDX30. Sebab diindeks ini dikenal berisi saham dengan likuiditas tinggi dan potensial membawa profit besar. 

4. Pilih Saham di Perusahaan Tepat 

Saham dari perusahaan jenis apa juga mempengaruhi seberapa besar profit yang bisa didapatkan. Paling aman adalah membeli saham di dua perusahaan utama yakni perusahaan perbankan dan consumer goods. Stabilitas saham di perbankan cenderung bagus demikian halnya perusahaan yang menawarkan kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman ringan. 

5. Melakukan Average Down 

Jika mendapati saham yang dimiliki punya harga yang anjlok dijamin akan merasa kecewa bahkan kaget. Namun memang demikian kondisi saham di pasaran, tidak peduli saham dari perusahaan mana dan di tahun berapa pasti harganya naik turun. Apabila mendapati harga saham turun drastis tidak perlu frustasi, cukup lakukan average down saja. Yakni membeli saham secara bertahap ketika kondisinya sedang turun bukan sebaliknya. 

6. Memilih Jangka Pendek Atau Jangka Panjang? 

Menentukan jangka waktu bermain saham juga wajib dilakukan sejak awal, jika jangka pendek silahkan mengincar saham dengan likuiditas tinggi. Agar lebih mudah dijual, namun jika jangka panjang maka lakukan average down secara cermat. 

Memahami strategi bermain investasi saham di atas, tentu membuat Anda lebih percaya diri untuk terjun langsung. Silahkan mencoba dan jangan sampai terlupa untuk terus belajar.