Sebagai warga negara yang taat terhadap hukum yang berlaku, maka sudah seharusnya setiap wajib pajak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Kepemilikan NPWP ini disamping menjadi bentuk ketaatan terhadap sistem pajak yang berlaku, juga akan memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi lainnya. Saat ini tersedia dua jenis NPWP, yaitu NPWP Pribadi dan NPWP Perusahaan. Lantas apa perbedaan dari dua jenis NPWP tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.

Perbedaan NPWP Pribadi dan Perusahaan

4 Perbedaan Antara NPWP Pribadi dan NPWP Perusahaan

Sistem perpajakan di Indonesia memang memberlakukan NPWP sebagai sarana untuk membayar pajak. NPWP ini dapat diperoleh melalui lembaga pemerintahan di bidang perpajakan. Sebagaimana telah disinggung di atas tadi, bahwa saat ini ada dua jenis NPWP, yaitu NPWP untuk pribadi dan perusahaan. Diantara kedua jenis Nomor Pokok Wajib Pajak ini memiliki beberapa perbedaan, yaitu sebagai berikut.

1. Kepemilikan NPWP

Perbedaan pertama terletak dari aspek kepemilikan NPWP itu sendiri. NPWP Pribadi hanya dimiliki oleh individu wajib pajak, seperti wiraswasta, aparatur negara sipil, pebisnis dan lain sebagainya. Sementara NPWP Perusahaan hanya dimiliki oleh badan usaha atau perusahaan yang bergerak pada suatu bidang. 

 2. Data Base Perpajakan

Perbedaan kedua dapat dilihat dari aspek data base yang ada dalam sistem perpajakan. NPWP Perusahaan diketahui memiliki data base yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan data yang dimiliki NPWP pribadi. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh kelengkapan administrasi sebuah perusahaan. Biasanya data base NPWP perusahaan meliputi jenis usaha yang dijalankan, surat izin usaha, nama pemilik dan seterusnya. Sementara data-data semacam itu tidak ditemukan dalam NPWP pribadi.

3. Syarat Membuat NPWP

Perbedaan ketiga dari dua jenis NPWP ini terletak pada syarat untuk membuat NPWP tersebut. Masing-masing jenis NPWP ini memiliki syarat yang cukup beragam. Misalnya jika ingin membuat NPWP pribadi maka syaratnya dapat berupa KTP, kartu keluarga, surat izin usaha dan seterusnya. Sementara jika perusahaan, maka persyaratannya dapat berupa surat izin usaha, akta pendirian usaha, NPWP anggota (jika berbentuk kerjasama) dan seterusnya.

4. Besaran Biaya Pajak

Perbedaan keempat juga dapat dilihat dari sisi besaran biaya pajak yang dikeluarkan. Pada dasarnya besaran biaya pajak ini akan disesuaikan dengan pendapatan dari wajib pajak. Tetunya antara individu dan perusahaan memiliki pendapatan yang cukup variatif. Namun umumnya pendapatan perusahaan akan lebih besar, sehingga hal itu membuat biaya pajak perusahaan pun jauh lebih besar dari pada biaya pajak pribadi. 

Itulah tadi beberapa perbedaan antara NPWP pribadi dan perusahaan yang dapat Anda ketahui. Apakah Anda telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak? Jika belum segeralah lakukan pengurusannya dan keluarkan biaya pajak sesuai dengan ketentuan berlaku.