Ingin memulai suatu usaha? Tentu harus membutuhkan modal bukan? Modal memang menjadi hal yang fundamental untuk mulai merintis suatu usaha. Oleh karena itu, orang-orang akan mengoptimalkan segala sumber untuk mendapatkan modal usahanya. Paling tidak ada dua hal yang sering dilakukan untuk mendapatkan modal usaha ini, yaitu menggunakan dana pribadi dan menggunakan dana dari investor. Lantas mana yang lebih baik untuk dilakukan? Perhatikan penjelasannya berikut.

Modal, Pakai Dana Pribadi atau Investor

Untung- Rugi Penggunaan Modal Pribadi dan Modal dari Investor

Sebagai pengusaha (terutama pemula) tentu harus teliti dalam memutuskan segala hal, termasuk untuk menggunakan modal pribadi atau investor. Pada dasarnya dua bentuk modal ini memiliki sisi untung dan ruginya tersendiri. Agar tidak bingung mari simak penjelasan di bawah ini.

1. Kebebasan dalam Mengambil Keputusan

Hal pertama yang dapat diperhatikan dalam penggunaan modal ini adalah kebebasan ketika ingin mengambil keputusan. Jika menggunakan modal pribadi, maka sudah pasti pengusaha akan mendapatkan kebebasan 100% untuk mengambil keputusan. Namun ketika menggunakan modal dari investor, maka keputusan yang diambil harus berdasarkan pertimbangan dari seluruh pihak yakni antara pengusaha dan pihak investor yang memberikan modal.

2. Ketercapaian Target Pendapatan

Selanjutnya, penggunaan modal ini juga dapat ditinjau dari sisi ketercapaian target pendapatan. Setiap usaha tentunya memiliki target pencapaian pendapatan sesuai dengan perencanaannya. Hanya ketika modal bersumber dari dana pribadi, pencapaian target itu sedikit lebih longgar. Berbeda halnya dengan penggunaan modal dari investor yang membutuhkan keseriusan dalam mencapai target tersebut, sebab ada uang yang harus “dikembalikan”.

3. Jumlah Modal yang Dapat Digunakan

Ketiga, penggunaan modal dari dana pribadi atau dana investor juga dapat dilihat dari sisi jumlah modal yang dapat digunakan. Umumnya dana pribadi mengandalkan tabungan (atau sejenisnya) yang notabene terbatas, sehingga akan cukup sulit jika membutuhkan modal besar. Namun ketika menggunakan modal dari investor, maka jumlahnya akan lebih besar. Sebab dana dapat bersumber dari beberapa orang, bahkan tidak menutup kemungkinan dari suatu perusahaan.

4. Manajemen Pengelolaan Modal

Terakhir, manajemen pengelolaan modal. Ketika modal yang digunakan bersumber dari dana pribadi, maka pengelolaannya juga dilakukan secara pribadi. Alhasil pengelolaanya pun menjadi lebih mudah. Namun ketika modal berasal dari investor, maka pengelolaannya juga harus melibatkan investor. Sebab seluruh dana yang digunakan akan menjadi tanggung jawab bersama, yaitu pengusaha dan investor.

Bagaimana cukup jelas bukan? Semoga penjelasan tadi dapat memberikan gambaran bagi Anda yang memang sedang membutuhkan modal. Baik modal pribadi dan modal investors, keduanya memiliki sisi untung dan rugi masing-masing. Sesuaikanlah pilihan penggunaan modal dengan jenis bisnis yang dimiliki. Selanjutnya, gunakanlah dengan maksimal modal yang dimiliki agar usaha dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Selamat berwirausaha.