Di Sumba, sebuah pulau misterius dan “liar”yang terletak di Nusa Tenggara Timur, sebelah barat daya Flores, Anda bisa menjumpai desa-desa tradisional yang dibangun di atas puncak bukit dan dilindungi oleh dinding batu bersejarah. Jika Pulau Skull dari film King Kong itu sungguhan ada, sepertinya Sumba layak jadi kandidat pulau tersebut.

Bahkan, ritual perburuan kepala manusia masih terus berlanjut dan Anda benar-benar bisa menemukan “pohon tengkorak” di beberapa desa di mana kepala yang terpenggal dipajang. Di sini, hamparan padang rumput dan perbukitan batu kapur memberi nuansa tersendiri, sementara desa-desa di puncak bukit dengan rumah-rumah beratap ilalang “dijaga” oleh makam megalitik. Jangan salah, Sumba juga merupakan salah satu tujuan utama bagi para surfer dari seluruh dunia.

Tempat Wisata di Sumba:

Dari air terjun spektakuler sampai desa-desa kuno, Sumba pasti akan menjadi tujuan yang tidak akan Anda lupakan. Meski perlahan mulai mendapat daya tarik di media sosial, pulau ini masih dianggap sebagai destinasi yang cukup tersembunyi.  Jadi jika Anda tertarik melakukan petualangan eksotis, segera kemasi barang-barang dan kami akan tunjukkan ke mana Anda harus pergi ke tempat wisata sumba!

1. Air Terjun Waimarang

Air Terjun Waimarang merupakan salah satu air terjun cantik yang ada di Sumba, air kolamnya berwarna hijau toska dan berada diantara tebing yang seakan melindunginya.

Air terjun ini memiliki 3 tingkatan, air terjun yang paling sering dikunjungi wisatawan ialah air terjun yang ketiga karena lebih mudah dijangkau.

Kegiatan seru yang dapat kamu lakukan diantaranya berenang di kolamnya yang cantik, karena lokasinya sedikit tersembunyi maka seperti sedang berada di kolam alam pribadi.

Jangan lewatkan untuk melakukan keseruan dengan melompat dari tebing di sekitarnya atau dari aliran air terjunnya. Kemudian kamu juga dapat menuju air terjun yang kedua dengan menyusuri jalan dibalik aliran air terjun yang ketiga.

Untuk menuju ke Air Terjun Waimarang kamu harus melalui jalan menurun yang cukup licin dan terjal, maka pastikan untuk menggunakan alas kaki yang tepat.

Banyak pengunjung yang datang pada pukul 09 pagi hingga pukul 10 pagi, karena sinar mentari akan masuk melalui celah tebing dan menghasilkan efek yang sangat cantik.

Lokasi: Desa Waimarang, Kel. Watu hadang, Kec. Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
Tiket:-
Jam Buka: 08.00-17.00

2. Air Terjun Tanggedu

Air Terjun Tanggedu merupakan sebuah air terjun dengan panorama alam yang indah, dan digadang gadang mirip dengan Grand Canyon di Amerika.

Lokasi wisata alam yang satu ini terdiri dari air terjun yang sangat cantik dengan hamparan bebatuan yang mengelilinginya, serta ada sebuah tebing tinggi yang seakan memagari air terjun ini.

Terdapat beberapa kolam alami dengan airnya yang berwarna hijau toska, dengan kedalaman yang berbeda-beda. Dimana kamu dapat berenang bahkan melakukan body jumping.

Semua keindahan tersebut harus kamu perjuangkan terlebih dahulu, karena untuk menuju Air Terjun Tanggedu harus trekking naik turun bukit sejauh 2,5 km.

Namun sepanjang perjalanan tidak membosankan karena hadirnya pemandangan indah yang seakan menyemangatimu untuk tidak menyerah.

Lokasi: Desa Tanggedu, Kec. Kanatang, Kab. Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Tiket: Rp. 2.000,- per orang
Jam Buka: 08.00-17.00

3. Air biru tak berujung di air terjun terbesar di Sumba: Waikelo Sawah

Ingat ya, air terjun buatan dan bendungan ini hanya untuk dilihat dan memanjakan mata Anda saja dan tidak cocok digunakan untuk berenang sama sekali!

Dengan debit hingga 1.000 liter air per detik, Waikelo Sawah dulunya merupakan bagian dari pembangkit listrik tenaga air yang dikelola oleh pemerintah pada tahun 1976. Arus yang sangat cepat dan kuat memberi kehidupan pada areal persawahan di sekitarnya dan juga berfungsi sebagai sumber air bersih sehari-hari warga untuk mandi.

Dikelilingi oleh tanaman hijau yang tumbuh di bawah kaki bukit, air terjun ini juga terletak di bawah beberapa gua megah. Hasilnya, Anda dapat menyaksikan langsung salah satu desain arsitektur alam terbaik – sebuah laguna gua yang dibingkai oleh panorama hutan hijau dan pintu masuk batu yang sangat eksotis.

Tak heran tempat ini jadi favorit banyak orang. Waktu terbaik untuk mengunjungi Waikelo Sawah adalah sekitar bulan Februari, Maret dan November. Anda akan bisa menyaksikan ritual tradisional tahunan di Sumba seperti Pasola (adu tombak sambil menunggang kuda) dan Wula Podu, sebuah tarian sakral.

4. Berenang di Danau Malaikat: Laguna Weekuri

Di danau surga ini, warna air kebiruan berubah menjadi emas saat matahari terbenam – momen ajaib yang pastinya tak ingin Anda lewatkan!

Dipisahkan oleh tebing, kolam pasang surut dengan dasar berpasir ini hanya berjarak 20 meter dari laut. Airnya yang sejuk sangat cocok untuk berenang.

Duduklah di bawah salah satu pohon rindang sambil mencelupkan kaki ke airnya yang dingin dan kagumi keindahan sekitarnya. Seperti banyak permata tersembunyi di pulau ini, Anda tidak akan menemukan banyak orang di sini.

Datanglah di pagi hari untuk menyaksikan sinar matahari menembus air sampai ke dasar danau, dan kenakan kacamata snorkel Anda!

5. Pantai Watu Bella

Pantai Watu Bela memiliki hamparan pasir putih yang bersih serta deretan tebing putih yang menjulang tinggi. Birunya laut bersatu dengan birunya langit serta hijaunya pepohonan yang ada di sekitar tebing.

Membuat mata ini seakan tak mau berkedip melihat keindahan dan ketenangan hati ketika melihatnya. Pantai memang selalu mempunyai cara untuk menenangkan jiwa yang sudah mulai letih.

Di atas tebing yang ada di sekitar pantai terbentang padang rumput yang dimanfaatkan warga sekitar sebagai tempat untuk menggembala hewan peliharaan milik mereka.

Jangan lewatkan untuk berfoto bersama keindahan alam yang disajikan, dan biarkan dunia mengetahui alam Sumba yang menakjubkan. Apalagi dengan mengabadikan cantiknya sunset di tempat yang cantik pula.

Lokasi: Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur
Tiket: –
jam Buka: 24 Jam

6. Air Terjun Lapopu

Satu lagi keindahan alam Sumba yang harus kamu kunjungi, yakni Air Terjun Lapopu yang merupakan air terjun tertinggi yang ada di Sumba, dengan memiliki ketinggian sekitar 92 meter.

Air terjun ini berundak-undak seperti sebuah tangga, dengan mengalirkan air yang jernih serta menyegarkan pastinya. Kolam alaminya pun tidak terlalu dalam, jadi kamu dapat berenang dan mendekati area curahan air terjunnya.

Destinasi wisata yang satu ini berada di kawasan Taman Nasional MaTaLaWa (Manupe Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti).

Rombongan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina pun pernah menikmati keindahan Air Terjun Lapopu. Apalagi jarak dari tempat parkir tak begitu jauh, hanya sekitar 5 hingga 10 menit saja.

Lokasi: Desa Lapopu, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Tiket: Rp. 5.000,-
Jam Buka: 24 Jam

7. Kampung Tarung

Pulau Sumba bukan hanya terkenal akan keindahan alamnya saja, adat serta warisan leluhur pun dapat menjadi destinasi wisata yang menarik.

Seperti mengunjungi sebuah kampung adat yang bernama Kampung Tarung, yang berada di dataran tinggi namun mudah untuk dijangkau.

Ketika mengunjungi Kampung Tarung kamu akan dapat melihat rumah-rumah penduduk yang masih tradisional dengan menghadap ke arah barat dan timur.

Selain itu kamu juga dapat menemukan penginggalan zaman megalithikum yang masih tersimpan dengan baik. Seperti kubur batu, kubur batu dengan dolmen, menhir dan arca.

Warga sekitar Kampung Tarung akan menyambutmu dengan baik, dan jika diminta mereka akan menjelaskan setiap jengkal di Kampung Tarung.

Lokasi: Wailiang, Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur
Tiket: Membayar seikhlasnya
Jam Buka: 24 Jam

8. Kampung Adat Ratenggaro

Kampung Adat atau Desa Adat Ratenggaro merupakan sebuah desa yang menjadi sejarah pada zaman Megalithikum lainnya di Pulau Sumba.

Karena disini terdapat banyak kuburan batu yang tertata dengan rapih di sekitar area perkampungan. Masyarakat adat Ratenggaro masih memegang teguh adat dan tradisi leluhur.

Disini kamu pun akan melihat bangunan rumah adat dengan tinggi atap yang berbeda-beda. Semakin tinggi atap rumahnya semakin tinggi pula kedudukannya.

Selain berkeliling melihat lebih detil Kampung Adat Ratenggaro, kamu juga dapat menikmati Pantai Ratenggaro yang lokasinya tak begitu jauh.

9. Bukit Wairinding

Hamparan rerumputan yang tertiup angin akan memanjakan mata. Padang savana berwarna hijau saat musim hujan, dan berwarna kuning saat kemarau. Bukit Wairinding yang juga pernah menjadi salah satu lokasi pemotretan Dian Sastrowardoyo ini berlokasi di Desa Pambotanjara, Waingapu, Sumba Timur.

10. Bukit Tanarara

Bukit yang satu ini serupa tapi tak sama dengan Bukit Warinding. Kelok perbukitannya memang tidak sebanyak Bukit Warinding, tapi di sini kamu bisa melihat garis-garis halus yang tergambar di perbukitannya dan menyajikan pemandangan unik tak terlupakan.

11. Bukit Persaudaraan, Mauliru

Jika sudah bosan dengan view Bukit Warinding dan Tanarara, cobalah mengunjungi Bukit Persaudaraan di Mauliru. Hamparan pemandangan persawahan hijau tersaji dengan sangat apik di depanmu. Bahkan ketika musim kemarau tiba, kamu tetap bisa menikmati hijaunya areal sawah yang menyegarkan mata.

12. The Twin Canyon, Air Terjun Tanggedu

Selain berada di desa terpencil bernama Tanggedu yang cukup jauh dari Waingapu, kamu juga harus melakukan trekking yang cukup melelahkan untuk mencapai air terjun ini. Namun rasa lelah dijamin akan terbayar lunas seketika setelah melihat keindahan air terjunnya. Air terjun ini juga mempunyai bebatuan yang berlapis-lapis ala Grand canyon lho. Berenang di sini mungkin bukan hanya terasa segar, tapi segar sekali!

13. Air Terjun Hirumanu dan View Point Kananggar

Dengan ketinggian air terjun mencapai 70 meter, Air Terjun Hirumanu termasuk jajaran air terjun yang megah di Pulau Sumba. Lokasinya berada di dekat jajaran pantai timur Sumba tepatnya di Desa Kananggar. Selain menikmati kesegaran air terjunnya, kamu juga bisa berfoto ria di atas bukit air terjun yang menyajikan pemandangan alam Sumba yang luas.

14. Air Terjun Laiwi

Bertempat di Desa Metawai Ama, air terjun ini memiliki ciri khas tebing-tebing batu tinggi dan pepohonan besar yang mengelilinginya. Jalan menuju ke sini masih belum sepenuhnya beraspal. Untuk menuju ke sini, kamu bisa memarkirkan kendaraan di rumah milik Umbu Rehing dan membayar sebesar 3,000 IDR untuk motor serta 10,000 IDR untuk mobil.

15. Air Terjun Kanabu Wai

Jika dilihat sepintas, air terjun ini terlihat seperti pancuran air yang keluar dari rimbunan dedaunan hijau yang sangat alami dan menyegarkan. Untuk menuju ke sini, kamu harus siap berjalan kaki sejauh 4 jam menyusuri hutan belantara dari Desa Maha Niwa. Jadi, persiapkan dirimu dulu ya!

16. Air Terjun Wai Marang

Tidak seperti air terjun lainnya, air terjun Waimarang ini ukurannya bisa dibilang sangat kecil. Walaupun demikian, daya tarik air terjun ini adalah kolam berbentuk laguna yang berwarna hijau tosca serta pancuran air terjunnya. Indah sekali, bukan?

17. Air Terjun Kolam Jodoh Lewa

Air terjun ini bentuknya mirip seperti Air Terjun Wai Marang, namun dengan laguna yang tidak terlalu besar. Lokasinya yang tidak jauh dari jalan raya kecamatan Lewa membuatnya jadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan begitu saja!