Banyak orang yang menginginkan fitur PPOB ada pada setiap servernya. Tetapi tidak banyak software pulsa yang benar-benar support transaksi PPOB.  Seandainya software itu support, mungkin tidak banyak yang bisa menggunakannya. Roket Pulsa berusaha mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi banyak pengguna software Pulsa. Dengan pengaturan PPOB yang sangat mudah dan simple maka diharapkan semua user Roket Pulsa bisa memanfaatkan fitur Transaksi PPOB yang disediakan di Roket 2 Advance.

Untuk mengaktifkan fitur PPOB di Roket Pulsa 2 Advance ini tidak membutuhkan IP statis. Transaksi ke suplier bisa dilakukan dengan menggunakan Jabber/ XMPP. Jadi anda bisa menggunakan koneksi internet dari berbagai sumber, tidak perlu sewa VPN & tidak perlu minta IP statis ke pihak ISP.

Sebelum anda mengaktifkan fitur PPOB di Roket Pulsa, pastikan anda sudah mempunyai suplier PPOB yang bisa transaksi melalui Jabber. Catatlah reply Sukses Cek tagihan, Reply gagal Cek tagihan, Reply sudah pernah terjadi status sukses cek tagihan, Reply Sukses bayar tagihan, reply sudah pernah terjadi status sukses bayar tagihan, reply gagal bayar tagihan, catat besaran admin dari supplier dan fee yang anda dapatkan dari supplier. Misalkan dari suplier anda diberikan admin 2500 fee 2000 maka biaya transaksi dari supplier adalah sebesar Rp500 dihitung dari pengurangan admin dengan fee. Catatlah format Cek tagihan PPOB & bayar tagihannya.

Langkah-langkah setting PPOB di Roket Pulsa 2:

1. Buatlah produk PPOB, klik menu produk, pilih menu Pascabayar lalu tekan Add. Anda bisa mengisi nama produk dan keterangannya. Untuk jelasnya silakan buka gambar di bawah ini:

2. Buat Parsing Cek Tagihan dan Bayar Tagihan

Parsing cek taguhan dan bayar tagihan harus disesuaikan dengan format yang dari suplier. Untuk pembayaran tagihan biasanya ada 2 metode cara pembayaran. Ada yang langsung bayar ada juga yang memakai kode pembayaran. Kode pembayaran biasanya diperoleh pada saat cek tagihan. Jika suplier anda memakai kode bayar untuk melakukan pembayaran, maka kata kunci kode bayarnya harus benar. Jika salah maka transaksi pembayaran akan gagal.

Di bawah ini adalah contoh parsing cek tagihan PPOB dan Pembayarannya:

3. Menentukan total biaya admin, laba server dan laba outlet.

Transaksi PPOB sangat berbeda dengan transaksi Pulsa reguler. Dalam PPOB kita sering mengenal biaya admin. Biaya admin ini dapat kita tentukan sendiri tergantung selera kita ingin mengambil laba berapa setiap transaksi dan ingin memberi laba berapa kepada agen setiap transaksi. Biaya admin adalah jumlah biaya vendor, laba server dan laba outlet. Laba outlet itu sering kita sebut dengan nama Fee. Misal ada tagihan PLN Pascabayar sebesar Rp10.000 dengan biaya admin Rp2.500 dan fee ke agen sebesar Rp1.500 maka tagihan yang harus dibayar oleh costumer adalah sebesar= Rp12.500 dan saldo agen yang terpotong sebesar=12.500-1.500= Rp11.000. Berdasarkan perhitungan tadi berarti setiap transaksi PPOB kita mengambil biaya ke agen sebesar Rp1.000. Uang Rp1.000 ini sebagian kita pakai untuk biaya vendor/suplier PPOB kita dan sisanya menjadi keuntungan server kita.

Ilustrasi ini akan membantu kita menghitung besar biaya vendor/suplier PPOB kita. Misalkan anda mengambil PPOB PLN ke Jhova Pulsa dengan biaya admin 2.500 dan fee sebesar 1.750 maka biaya vendornya adalah Rp750. Jadi biaya vendor adalah selisih biaya admin vendor dengan fee yang kita peroleh.

Kalau uang 1000 itu tadi untuk biaya vendor sebesar 750 maka laba bersih yang masuk ke server kita adalah sebesar 250/transaksi.

Jika menurut kita jumlah itu terlalu kecil, maka kita bisa menaikkan laba server kita yang nanti juga akan ikut menaikkan besaran adminnya. Yang jelas biaya vendor tidak bisa kita tentukan sendiri tapi harus melihat selisih dari admin suplier dengan fee suplier. Untuk laba server dan laba outlet/fee outlet bisa kita tentukan sendiri.

4. Menentukan kata kunci SN/Reff, Nama Pemilik, Jml Tagihan, Total tagihan, Bulan tagihan

Untuk menentukan kata kunci ini, kita harus teliti dan tidak boleh salah. Jika ada salah satu kata kunci yang salah maka akan berakibat cek tagihan atau bayarnya status menjadi koreksi (tidak bisa gagal dan sukses otomatis). Sebelum menentukan kata kunci ini perlu kita ketahui terlebih dahulu pengertian setiap kata kunci yang ada di transaksi PPOB.

  • SN/Reff adalah nomor bukti transaksi yang keluar saat suskes melakukan pembayaran PPOB.
  • Nama Pemilik adalah nama pemilik id pelanggan yang tagihannya sedang dicek.
  • Tagihan bulan/ke adalah bulan di mana tagihan itu harus dibayarkan.
  • Jml tagihan adalah tagihan asli yang keluar pada saat cek tagihan (belum ditambahkan biaya admin suplier)
  • Total tagihan adalah tagihan total setelah ditambahkan biaya admin supplier.
  • Kode bayar adalah kata kunci untuk melakukan pembayaran yang diperoleh saat cek tagihan.

Untuk mencari kata kunci ini, kita membutuhkan contoh reply cek tagihan sukses, cek tagihan gagal, bayar tagihan sukses, bayar tagihan gagal. Selain itu untuk tambahan juga dibutuhkan reply cek tagihan sudah pernah terjadi status suskes dan reply bayar tagihan sudah pernah terjadi status sukses, ini dipakai jika saat cek pertama reply tidak sampai maka kita perlu melakukan pengulangan cek atau bayar. Biasanya reply sudah pernah terjadi ini berbeda dengan reply suskes pertama kali jadi kita juga perlu buatkan kata kunci sendiri. Kalau reply “sudah pernah terjadi status sukses” ini sama dengan reply sukses cek pertama kali maka bisa kita abaikan saja.

Jika sudah ada contoh replynya maka selanjutnya kita hrs membuka aplikasi Ambil SN. Aplikasi ini sdh tersedia di folder Roket C:\Program Files (x86)\Roket 2. Jika anda belum menemukan aplikasinya silakan DOWNLOAD DI SINI.

Cara menggunakan aplikasi ambil SN Roket Pulsa 2: